Sosialisasi Sekolah Kedinasan: Kesempatan Setara Jadi Polisi, Yohanes Helu Motivasi Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Pacar

Sosialisasi Sekolah Kedinasan: Kesempatan Setara Jadi Polisi, Yohanes Helu Motivasi Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Pacar

Pacar, Manggarai Barat  – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pacar gelar sosialisasi Sekolah Kedinasan Polri yang bertujuan untuk menginspirasi dan membuka wawasan siswa tentang peluang karir di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, (13/11/2025), ini disambut antusias oleh ratusan peserta didik. Pemateri dari Polsek Macang Pacar, Yohanes Helu, tampil sebagai motivator utama, membakar semangat siswa dengan kisah perjuangan yang jujur dan inspiratif.


Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Georgius Suryanto. Dalam sambutannya, Georgius menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang luar biasa Polsek Macang Pacar mengajak seluruh peserta didik untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pemateri mengenai proses seleksi Polri. Dukungan dari pihak sekolah ini mencerminkan komitmen lembaga dalam memfasilitasi akses siswa terhadap informasi karir yang beragam, khususnya program unggulan pemerintah seperti Sekolah Kedinasan.

“Sekolah sangat antusias dalam mendukung kegiatan ini, karena kami menyadari bahwa ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak kami untuk mendapatkan informasi langsung mengenai salah satu program terbaik pemerintah. Kami berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap peluang yang dapat membuka gerbang masa depan yang cerah dan menjanjikan bagi seluruh peserta didik,” tutupnya.

Mewakili Kepala Polsek Macang Pacar, Yohanes Helu mengambil alih panggung dan langsung menyuntikkan semangat luar biasa kepada para peserta didik. Beliau mengajak mereka untuk menghilangkan rasa takut dan keraguan dalam mendaftar, ia menegaskan bahwa semua peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung. Pesan kuncinya adalah bahwa latar belakang sosial ekonomi bukanlah penentu keberhasilan dalam seleksi.

Untuk memperkuat pesannya, Yohanes secara terbuka berbagi kisah pribadinya yang sangat menyentuh. Beliau mengungkapkan bahwa latar belakang pekerjaan orang tuanya saat Beliau masuk polisi adalah sebagai petani sekaligus penyadap sopi, minuman jamuan tradisional orang di Manggarai. Kisah otentik ini menjadi bukti nyata bahwa instansi kepolisian menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan tidak memandang status ekonomi.

"Pemerintah memiliki banyak program yang dirancang untuk membuka akses luas bagi generasi muda dalam mengikuti seleksi Sekolah Kedinasan. Salah satu program yang krusial adalah kesempatan untuk bergabung dalam institusi kepolisian. Proses seleksi Polri dirancang secara transparan dan akuntabel, memberikan peluang setara bagi semua warga negara yang memenuhi persyaratan, terlepas dari status sosial." ungkapnya. Ajakan ini menjadi penutup yang kuat, mendorong para siswa SMA Negeri 1 Pacar untuk berani mengambil langkah dan menjadikan karir di kepolisian sebagai pilihan masa depan yang menjanjikan, sejalan dengan beragam program pemerintah untuk Sekolah Kedinasan.

Di akhir sesi, Yohanes mengajak seluruh siswa untuk segera menentukan pilihan karir mereka. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi siswa SMA Negeri 1 Pacar untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh agar dapat bersaing dalam proses seleksi kepolisian, yang kini semakin transparan dan berlandaskan pada prinsip kesetaraan.

HD/Red