Pacar - Manggarai Barat. SMAN 1 Pacar sukses menyelenggarakan kegiatan berbagi praktik baik implementasi Tujuh Jurus Bimbingan dan Konseling Hebat, pada Selasa (11/11/25). Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan peran seluruh guru dalam menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik. Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Ibu Efrida Kristine Marlys, S.Psi, Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Pacar.
Menurut Efrida Kristine Marlys, Salah satu poin krusial dari implementasi ini adalah bagaimana guru mata pelajaran dapat menjadi 'Guru BK Mini' di kelasnya masing-masing. Dengan memahami jurus 'Kenali Potensi' melalui asesmen sederhana dan 'Kelola Emosi' melalui praktik Social Emotional Learning (SEL), guru dapat merespon kebutuhan unik setiap murid secara lebih personal. Tantangan psikososial murid saat ini semakin kompleks, setiap guru harus dibekali keterampilan komunikasi empatik dan kemampuan menumbuhkan daya lenting (resiliensi) agar murid siap menghadapi tantangan zaman dengan mental yang tangguh."
“Tujuan utama dari Tujuh Jurus BK ini adalah mewujudkan lingkungan belajar yang benar-benar aman, nyaman, dan menggembirakan. Melalui jurus 'Bangun Kolaborasi' dan 'Menata Situasi', kita memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Ketika semua pihak terlibat aktif dalam mendukung perkembangan murid, masalah perilaku dapat dicegah lebih dini, dan potensi terbaik setiap siswa dapat teraktualisasi. Saya berharap, praktik yang kami bagikan hari ini akan memicu inovasi dan konsistensi di kalangan rekan guru untuk menciptakan generasi SMAN 1 Pacar yang bahagia, berkarakter mulia, dan berdaya saing," jelasnya.
Senada dengan itu, sambutan penjaminan mutu sekolah, Georgius Suryanto (Wakasek Kurikulum SMAN 1 Pacar) Menyampaikan bahwa sebagai penjaminan mutu di SMAN 1 Pacar, kami memandang Tujuh Jurus BK Hebat ini bukan sekadar program tambahan, melainkan instrumen penting dalam peningkatan kualitas kurikulum dan proses pembelajaran secara menyeluruh. Kualitas akademik tidak akan maksimal tanpa didukung oleh kesejahteraan mental dan emosional siswa. Melalui kegiatan berbagi praktik baik ini, kami menekankan bahwa implementasi BK yang terintegrasi di setiap mata pelajaran adalah standar minimum yang harus dicapai oleh seluruh pendidik di sekolah ini.
Lebih lanjut Georgius, mendorong seluruh dewan guru yang hadir hari ini dapat menyerap dan menerapkan Tujuh Jurus BK, terutama dalam hal Jaga Konsistensi dan Jalin Koneksi di ruang kelas. Ini adalah wujud nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada murid. Penjaminan mutu kurikulum memastikan setiap guru memiliki kompetensi untuk mendeteksi, merespons, dan memfasilitasi kebutuhan perkembangan pribadi dan karir siswa. Kami akan memantau dan memberikan dukungan berkelanjutan untuk memastikan jurus-jurus ini terimplementasi secara efektif.
“Investasi terbesar sekolah adalah pada sumber daya manusia, yakni para guru dan murid. Implementasi Tujuh Jurus BK adalah investasi jangka panjang kita untuk membentuk karakter dan resiliensi peserta didik SMAN 1 Pacar. Ketika guru mampu menciptakan iklim kelas yang suportif (Menata Situasi) dan berkolaborasi secara efektif (Bangun Kolaborasi), maka angka kasus disiplin akan menurun, motivasi belajar meningkat, dan prestasi sekolah akan terdongkrak. Kami berterima kasih kepada Ibu Efrida yang telah berbagi praktik terbaik, dan kami berharap semangat ini menjadi energi kolektif seluruh warga sekolah dan siap berkolaborasi terkait dengan hambatan yang ada,” ujarnya
Kepala SMA Negeri 1 Pacar Yufentus Panok sebelum membuka kegiatan, dalam sambutanya hari ini adalah hari penting bagi SMAN 1 Pacar, di mana kita kembali menegaskan komitmen kita untuk menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga humanis dan suportif. Kegiatan berbagi praktik baik implementasi Tujuh Jurus BK Hebat yang diprakarsai oleh Guru BK (Bimbingan dan Konseling) kita, Ibu Efrida, adalah langkah strategis yang sejalan dengan misi sekolah. Saya berharap seluruh guru dan staf dapat menyambut inisiatif ini dengan semangat kolaborasi dan keinginan untuk terus belajar, karena BK adalah jantung dari pembentukan karakter siswa kita.
Lebih lanjut, Yufentus menjelaskan tantangan pendidikan di era disrupsi ini menuntut kita (guru) untuk bergeser dari model pembelajaran lama yang hanya fokus pada transfer ilmu, menuju model yang memberdayakan dan memfasilitasi pertumbuhan holistik siswa. Tujuh Jurus BK hadir sebagai panduan praktis untuk mewujudkan transformasi tersebut. Saya menggarisbawahi pentingnya 'Bangun Kolaborasi' dan 'Jaga Konsistensi' dari jurus-jurus tersebut. Keberhasilan program ini bergantung pada sinergi seluruh guru mata pelajaran, wali kelas, dan Guru BK. Mari kita jadikan SMAN 1 Pacar sebagai rumah kedua yang aman, tempat setiap anak merasa dikenali, didukung, dan termotivasi untuk mencapai potensi tertingginya."
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Efrida atas inisiatif dan dedikasinya dalam menggerakkan praktik baik ini. Para guru, jadikan momen ini sebagai titik awal untuk perbaikan berkelanjutan. Jangan biarkan materi hari ini berhenti di ruang pertemuan ini. Terapkan segera jurus 'Kenali Potensi' dan 'Tumbuhkan Resiliensi' dalam interaksi Anda dengan peserta didik setiap kelas yang Anda kunjungi pembelajaran,” ungkapnya.

Rolax Fellan
November 25, 2021 at 09:00 amIt is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using.
ReplyDaile Cane
November 25, 2021 at 09:00 amIt is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using.
Reply