SMA Negeri 1 Pacar Gelar Ujian Sekolah Berbasis CBT untuk Kelas XII, Tahun Pelejaran 2024/2025.

SMA Negeri 1 Pacar Gelar Ujian Sekolah Berbasis CBT untuk Kelas XII, Tahun Pelejaran 2024/2025.

SMA Negeri 1 Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, gelar melaksanakan Ujian Sekolah (US) untuk siswa kelas XII. Ujian ini dilaksanakan dalam bentuk Computer Based Test (CBT) dan berbasis Android, sebuah sistem ujian dilakukan secara elektronik dan berbasis teknologi informasi. Pelaksanaan ujian tersebut dimulai pada, Rabu (9/4/25) hingga berakhir pada, Selasa (15/4/25).

Yufentus Panok, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pacar, mengungkapkan bahwa ujian ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian akademik siswa di akhir masa pendidikan mereka di SMA. Pelaksanaan ujian sekolah kelas XII tingkat SMA adalah momen yang sangat penting baik bagi siswa maupun bagi pihak sekolah. Sebagai kepala sekolah, saya melihat ujian ini bukan hanya sebagai penentu kelulusan, tetapi juga sebagai salah satu bentuk evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani oleh siswa selama tiga tahun. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan pelaksanaan yang sesuai dengan standar sangat penting untuk memastikan hasil yang adil dan objektif bagi semua siswa.

Selain itu Yufentus menyampaikan, pelaksanaan ujian sekolah harus memperhatikan aspek kejujuran dan integritas. Kami di sekolah selalu menekankan kepada siswa untuk menjaga integritas mereka selama ujian, baik dalam bentuk menghindari kecurangan maupun dalam hal menjaga kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap proses ujian. Pengawasan yang ketat dan penggunaan teknologi yang tepat, seperti sistem ujian berbasis komputer, dapat menjadi solusi untuk memastikan bahwa ujian berjalan dengan lancar dan tanpa adanya kecurangan yang merugikan pihak manapun.

Sebagai kepala sekolah, saya juga sangat memperhatikan kesejahteraan psikologis siswa dalam menghadapi ujian ini. Ujian sekolah sering kali membawa tekanan yang besar bagi siswa, terutama karena ini merupakan ujian penentu kelulusan. Oleh karena itu, pihak sekolah selalu berusaha memberikan dukungan psikologis melalui bimbingan dan konseling agar siswa dapat mengelola stres dengan baik dan tetap fokus dalam menghadapi ujian. Kami juga mendorong para guru untuk memberikan semangat dan motivasi kepada siswa agar mereka merasa siap dan percaya diri.

“Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat meraih hasil yang optimal, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga perkembangan pribadi mereka sebagai individu yang siap menghadapi tantangan di jenjang perguruan tinggi. Ujian Sekolah ini tidak hanya menjadi evaluasi kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu, tetapi juga sebagai bagian dari perjuanagan mereka yang lebih serius selama tiga tahun di lembaga tercinta ini,” ungkapnya. 


Senada dengan itu, Georgius Suryanto selaku ketua pelaksana Ujian Sekolah(US) menegaskan bahwa kualitas soal ujian menjadi salah satu aspek yang tidak bisa diabaikan. Soal ujian telah dirancang sedemikian rupa agar mencerminkan seluruh kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa secara komprehensif, bukan hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. 

“Proses penyusunan soal Ujian Sekolah (US) yang diuji pada peserta didik kelas XII tahun 2025 ini telah melibatkan tujuh sekolah dari berbagai utusan guru mata pelajaran pada kegiatan MGMP (13-14/2/2025), alhasilnya agar mendapatkan soal HOTS yang valid dan dapat mengukur capaian kompetensi siswa dengan adil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Egos melaporkan bahwa peserta didik yang mengikuti Ujian Sekolah (US) telah menyelesaikan proses akademik selama enam semester di SMA Negeri 1 Pacar dan masih aktif dalam data dapodik. Sebanyak 222 siswa kelas XII ini, yang terdiri dari tiga jurusan, yakni IPA, IPS, dan Bahasa, mengikuti ujian ini. Para siswa mengikuti ujian di ruang kelas yang telah dilengkapi dengan perangkat komputer dan jaringan internet yang memadai. Pihak sekolah juga telah menyiapkan teknisi dan proktor untuk memastikan bahwa sistem berjalan lancar dan tanpa gangguan.

Sebelum pelaksanaan ujian, sekolah juga mengadakan simulasi CBT untuk membantu siswa beradaptasi dengan sistem yang digunakan. Simulasi ini penting agar siswa tidak merasa canggung saat mengerjakan soal ujian menggunakan komputer. Selain itu, pihak sekolah juga memastikan bahwa perangkat yang digunakan dalam ujian berfungsi dengan baik dan dapat mendukung kelancaran proses ujian.