Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Wujud Implementasi P5 Suara Demokrasi, Ini Harapan Kepala SMA Negeri 1 Pacar

Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Wujud Implementasi P5 Suara Demokrasi, Ini Harapan Kepala SMA Negeri 1 Pacar

Manggarai Barat, Provinsi NTT - Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Pacar melaksanakan sebuah debat perdana yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, debat ini dalam rangka pergantian tongkat estafet kepemimpinan dari periode 2024/2025 kepada pemimpin yang akan dipilih periode 2025/2026 . Kegiatan debat ini bertujuan untuk mengasah kemampuan berargumen, berpikir kritis, serta meningkatkan kemampuan komunikasi para calon ketua dan wakil OSIS. Debat ini menjadi salah satu ajang yang tidak hanya seru, tetapi juga mendidik dimana wujud dari implementasi kurikulum merdeka Proyek Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), para siswa diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat mereka mengenai isu-isu terkini yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan debat ini diselenggarakan oleh (OSIS) di lapangan upacara bendera SMA Negeri 1 Pacar, pada Rabu (12/3/25).

Menurut Yuvani Yongki Jehamat, selaku pembina OSIS menjelaskan bahwa debat tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari pengembangan potensi siswa dalam bidang komunikasi dan penalaran. Siswa yang berpartisipasi dalam debat diharapkan dapat lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum dan mampu menyampaikan pendapat dengan cara yang logis dan sistematis. Selain itu, mereka juga dihadapkan pada tantangan untuk berpikir cepat dan mengemukakan solusi terhadap permasalahan yang diperdebatkan dalam waktu yang terbatas. Ia juga menjelaskan tentang pentingnya budaya demokrasi sejak dini di sekolah sebagai wujud nyatakan implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui tema demokrasi, yang dimana menekakankan pendekatan pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang bertujuan mengembangkan kompetensi dan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Melalui (P5) Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, siswa terlibat dalam proyek lintas disiplin yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat atau permasalahan dilingkungan sekitar. 

Ia juga menjelaskan tiga poin penting tentang hidup berdemokrasi melalui beberapa prinsip akademik di sekolah yakni;

Persamaan Hak dan Kebebasan

Demokrasi adalah sistem pemerintahan lebih menekakankan kedaulatan rakyat, dimana setiap orang memiliki hak yang sama dab kebebasan berpendapat, berkumpul, dan hidup dalam komunitas. Prinsip -prinsip ini memastikan bahwa semua warga negara diperlakukan setara tanpa diskriminasi, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses politik, teristimewa yang kita buat hari ini. Dalam demokrasi, kebebasan individu dijaga dengan memberikan ruang bagi warga negara untuk mengekspresikan diri, baik melalui media, organisasi, maupun pertemuan publik.

Dengan menjunjung tinggi persamaan hak dan kebebasan, demokrasi berupaya menciptakan masyarakat yang harmonis, di mana setiap individu merasa dihargai dan memiliki peran aktif dalam pembangunan sosial-politik. Nilai-nilai ini bukan hanya fondasi bagi sistem pemerintahan yang adil, tetapi juga landasan bagi kehidupan bermasyarakat yang penuh toleransi dan saling menghormati.

Tanggung Jawab Akan Tugas Yang Diemban

Tanggung jawab merupakan kewajiban yang dimiliki setiap peserta OSIS untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu sesuai dengan peran dan posisinya. Selain itu, tanggung jawab juga berkaitan dengan kesadaran akan konsekuensi dari tindakan yang diambil. Peserta OSIS yang bertanggung jawab memahami bahwa setiap keputusan memiliki dampak, baik positif maupun negatif, dari keputusan pilihan tersebut. Sikap ini penting untuk menciptakan harmonis, dimana setiap orang saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan memiliki rasa tanggung jawab, pengurus osis tidak hanya fokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga berupaya mencapai hasil yang memajukan sekolah. Hal ini mendorong individu untuk terus meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, serta berkontribusi positif terhadap perkembangan organisasi secara keseluruhan.

Kebebasan Setiap Individu 

Kebebasan individu merupakan hak asasi yang fundamental dalam sistem demokrasi, mencakup kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berkomunitas. Hak ini memungkinkan individu untuk mengekspresikan pikiran dan ide tanpa rasa takut akan represi atau diskriminasi. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan antara hak individu dan kepentingan umum guna memastikan bahwa kebebasan yang diberikan tidak disalahgunakan dan tetap mendukung terciptanya masyarakat yang adil dan harmonis.

Lebih lanjut, Pongky menjelaskan dalam pelaksanaannya, debat ini melibatkan beberapa tiga tim yang masing-masing membahas beberapa topik. Setiap tim diberikan waktu tertentu untuk mempersiapkan argumen mereka, serta waktu untuk menjawab atau menanggapi argumen tim lawan yang dipandu oleh moderator. Topik yang dipilih pun beragam, mulai dari ektrakurikuler literasi, seni, kerohanian, hingga olahraga, yang semuanya memiliki dampak langsung terhadap kehidupan peserta didik, warga sekolah dan masyarakat secara umum. Hal ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta didik tentang pelbagai permasalahan yang ada di sekolah saat ini. Proses debat ini dilakukan dengan sistem yang profesional, di mana setiap tim harus saling menghargai dan mengikuti tata tertib yang telah ditetapkan oleh fasilitator Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam debat adalah sikap disiplin dan etika dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. Meskipun debat berlangsung dengan kompetitif, para peserta didik diingatkan untuk selalu menjaga sikap saling menghargai, baik terhadap pendapat lawan maupun sesama peserta, agar suasana tetap kondusif dan berfokus pada pembahasan topik.

Dalam kesempatan ini, para siswa tidak hanya berlatih kemampuan berbicara dan berpikir kritis, tetapi juga diajarkan untuk bekerja sama dengan baik dalam tim. Setiap anggota tim memiliki peran yang penting dalam menyusun argumen dan merespons argumen lawan. Kerja sama yang baik dalam tim ini menjadi nilai lebih yang tidak hanya berguna dalam debat, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, di mana kolaborasi sering kali menjadi kunci keberhasilan.

“Siapa saja yang terpilih nanti dalam pengurus OSIS yang baru, harapanya buatlah program kerja yang belum dibuat dan lanjutkan yang belum terwujud demi memajukan lembaga SMA Negeri 1 Pacar yang kita tercinta. Peserta didik harus berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan ektrakurikuler yang sudah ada di sekolah untuk meningkatkat potensi akademik dan non akademik,” ujarnya. 

Senada dengan itu, kepala SMA Negeri 1 Pacar Yufentus Panok, S.Pd.,Gr. Membuka langsung kegiatan itu, beliau menjelaskan bahwa pesta demokrasi saat ini perlu diajarkan dari tingkat sekolah demi mengedukasi peserta didik tentang demokrasi yang sesungguhnya. Demokrasi di sekolah, khususnya di tingkat sekolah ini, adalah penerapan prinsip-prinsip pemerintahan yang melibatkan partisipasi aktif semua warga sekolah, seperti siswa, guru, dan staf, dalam pengambilan keputusan. Salah satu contoh demokrasi yang dapat diterapkan adalah melalui pemilihan ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), di mana siswa memiliki hak suara untuk memilih pemimpin yang mereka anggap layak. Proses ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam memilih pemimpin yang akan mewakili mereka dalam kegiatan sekolah.

Selain itu, penerapan demokrasi di sekolah juga dapat dilihat dalam proses diskusi dan musyawarah. Misalnya, ketika ada masalah yang harus diselesaikan, pihak sekolah bisa melibatkan perwakilan siswa untuk berdialog dan mencari solusi bersama. Dalam hal ini, setiap suara dan pendapat siswa dihargai, menciptakan lingkungan yang inklusif dan adil, yang mana setiap individu merasa dihargai dan didengar.

Lebih lanjut Yufentus, menegaskan bahwa sekolah mencakup hak untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan saran. Siswa diberikan ruang untuk berbicara dan mengungkapkan ide-ide mereka melalui forum-forum seperti rapat kelas atau kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, siswa diajarkan untuk menghargai pendapat orang lain dan belajar cara berdiskusi secara konstruktif, yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Secara keseluruhan, penerapan demokrasi di sekolah membantu siswa memahami pentingnya partisipasi aktif dalam masyarakat. Mengutip kata Abraham Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat bahwa "Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," Pernyataan ini mencerminkan keyakinannya bahwa dalam sebuah negara demokratis, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. 

“Pemerintah seharusnya diciptakan oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat, serta berfungsi untuk kepentingan rakyat itu sendiri. Di sekolah ini tempat untuk belajar untuk mengelola perbedaan pendapat dengan cara yang saling menghormati dan berusaha mencapai keputusan bersama yang terbaik untuk kepentingan bersama. Hal ini adalah bekal yang sangat berharga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di masa depan,”tutupnya.

Menurut Angelina Sartika, yang merupakan salah satu anggota paslon nomor urut satu. Dalam debat hari ini menjadi ajang bagi siswa untuk menguji sejauh mana kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan. Dalam debat, tidak jarang peserta harus berpikir cepat, berbicara dengan percaya diri, dan tetap tenang meskipun dihadapkan dengan tantangan dari lawan. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk menghadapi situasi yang membutuhkan keterampilan problem solving, karena mereka harus mampu mengatasi argumen lawan dengan menggunakan bukti-bukti yang kuat dan logis.

Acara debat yang diselenggarakan oleh OSIS ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari para siswa, karena mereka merasa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan diri mereka. Tidak hanya itu, debat ini juga membantu siswa untuk lebih terbuka terhadap berbagai sudut pandang dan belajar untuk melihat suatu isu dari berbagai perspektif yang berbeda. 

“Kegiatan debat tingkat SMA ini menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa menjadi individu yang lebih kritis, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika sosial,” ungkapnya.