MGMP Penyusunan Soal UAS Jenjang SMA/MA Tingkat Rayon II Berjalan dengan Baik

MGMP Penyusunan Soal UAS Jenjang SMA/MA Tingkat Rayon II Berjalan dengan Baik

Manggarai Barat - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tingkat Rayon II bertempat di SMA Negeri 1 Pacar. Kegiatan tersebut dihadiri pengawas pembina SMA/MA tingkat Kabupaten Manggarai Barat, para kepala sekolah, para guru mewakili setiap mata pelajaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan tiga hari yakni pada Kamis, (13-15/2/25). Penyusunan soal UAS tersebut bertujuan untuk kolaborasi setiap guru dalam SMA/MA tiga kecamatan Rayon II (Kecamatan Boleng, Kecamatan Macang Pacar dan Kecamatan Pacar).

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) adalah forum atau wadah bagi guru mata pelajaran yang sama untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kompetensi profesional para guru. MGMP berperan penting dalam pengembangan profesional guru dan peningkatan mutu pembelajaran di sekolah itu sendiri. Dalam workshop ini, guru-guru belajar tentang konsep HOTS, teknik penyusunan soal HOTS, dan contoh-contoh soal HOTS. Selain itu, guru-guru juga berdiskusi tentang bagaimana mengimplementasikan soal HOTS dalam pembelajaran di kelas.

Kegiatan MGMP tersebut dibuka langsung oleh pengawas pembina SMA/MA tingkat Kabupaten Manggarai Barat. Pengawas pembina juga berharap MGMP dapat menjadi wadah bagi guru untuk mengembangkan kemampuan dalam merancang pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berpusat pada siswa. MGMP diharapkan dapat memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran, serta mengembangkan soal-soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Dengan demikian, MGMP dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dan pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa.


Lebih lanjut Ferdy menjelaskan bahwa, kegiatan MGMP dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, serta melibatkan seluruh guru mata pelajaran SMA/MA secara aktif. Pengawas juga mendorong MGMP untuk menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia industri, untuk memperkaya program-program pengembangan profesional guru. 

"Dengan demikian, MGMP dapat menjadi motor penggerak perubahan positif dalam dunia pendidikan, serta mampu menjawab tantangan-tantangan pendidikan di era globalisasi, " tegasnya.

Ketua umum MGMP Rayon II SMA/MA, Yufentus Panok., mengatakan bahwa workshop ini sangat bermanfaat bagi guru-guru. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) adalah wadah penting bagi para guru untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan utama MGMP adalah untuk memfasilitasi para guru dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif terkait dengan mata pelajaran yang merekaampu. Melalui kegiatan MGMP, guru dapat berdiskusi tentang berbagai permasalahan pembelajaran, mencari solusi bersama, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien.

Selain itu Yufentus, dalam sambutan singkatnya menjelaskan bahwa, MGMP juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Melalui kegiatan MGMP atau pelatihan seperti ini, para guru dapat memperdalam pengetahuan tentang materi pembelajaran, serta teknologi pendidikan terbaru. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, sehingga siswa dapat belajar secara lebih optimal dan mencapai hasil yang lebih baik.

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Pacar itu, tak lupa mengucapkan limpah terima kasih pada kepala SMA Negeri 1 Macang Pacar, kepala SMA Negeri 2 Pacar, kepala SMA Negeri 3 Macang Pacar, kepala SMAS St. Markus Pateng, kepala SMA Negeri 1 Boleng, dan Madrasah Aliah Boleng yang mempercayakan lembaga SMA Negeri 1 Pacar sebagai tuan rumah pelaksanaan MGMP tahun 2025.

 "Dengan mengikuti workshop ini, 75 orang guru setiap mata pelajaran yang hadir dapat lebih memahami tentang soal HOTS dan mampu menyusun soal (UAS) Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang bagi sekolah kita masing-masing," ujarnya.

Senada dengan itu, Koordinator MGMP Rayon II,  Ignasius Antimus Bijaksana, yang juga selaku kepala SMA Negeri 1 Boleng menegaskan. MGMP juga berperan sebagai wadah untuk membangun jaringan profesional antar guru. Melalui interaksi dan kolaborasi dalam kegiatan MGMP, guru dapat saling bertukar informasi, mendukung satu sama lain, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. 

Selain itu, MGMP juga berperan penting dalam membangun jaringan profesional yang kuat antar guru. Interaksi dan kolaborasi dalam forum MGMP menciptakan lingkungan yang mendukung bagi guru untuk saling belajar, berbagi sumber daya, dan mengatasi tantangan-tantangan pembelajaran bersama. Jaringan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan individu guru, tetapi juga memperkuat solidaritas dan rasa saling memiliki, sehingga menciptakan komunitas guru yang solid dan profesional.


Lebih lanjut Ignatius menjelaskan, MGMP turut berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang terus berkembang melalui MGMP, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan relevan bagi siswa. Guru juga dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif, memanfaatkan teknologi pendidikan secara optimal, serta melakukan penilaian yang lebih komprehensif. Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

"Jaringan profesional ini juga dapat menjadi sumber daya yang berharga bagi guru dalam menghadapi tantangan-tantangan pembelajaran yang kompleks. Dengan demikian, MGMP memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan,".tutupnya.