Kumpulan Puisi Peserta Didik SMA Negeri 1 Pacar Tahun 2023

Kumpulan Puisi Peserta Didik SMA Negeri 1 Pacar Tahun 2023

Sumpah pemuda

Kini teringat kembali
Perihal tentang pemuda pemudi
Bersatu tuk mengikrarkan 3 janji
Dengan jiwa yang gagah dan berani

  Genap Sembilan lima tahun sumpah pemuda
  Telah diikrarkan oleh pemudi pemuda
   Yang berjuang untuk tanah air tercinta

Kobaran semgat pemuda
Selalu terus mebara
Menyulut asa untuk membela negara kita
Mengorbankan jiwa serta raga

Peristiwa 28 oktober
kini Selalu dikenangkan
Dimana bait bait sumpah pemuda
Telah tuntas dibacakan

Inilah saatnya aksi generasi baru
Menjaga serta menjalani
Setiap bait bait yang terkandung
Dalam sumpah pemuda.

Compang, 01 Oktober 2023
Oleh: Della Helista.

Titipan Senja

Kala ku duduk termenung, bermalasan diranjak, ayunkan kaki,
hentikan daya tubuh, merebak dan lemaskan diri.
Tak tau arah nalar melayang
ditelan samudera antara barat ke timur, utara lalu Selatan
Membayangkan dunia tanpa tujuan,
masa tanpa zaman dan sejarah.
Kaki pun tersangkut ketika ku mengayun kebelakang,
berhenti tersadar oleh detik dan menit.
Jika aku harus berdiri tegar, kuat, dan gagah
menahan dersitnya dunia dan zaman kelak ibakan nasib.
Penggalkan kefanaan dunia dari bumiku
agar tak jatuh dalam kecurangan dan penganiayaan.
Hati bergetar tuk memandang yang tersembunyi disana.
Dibalik senja dan jingga tersangkut impian dan harapan.
Jiwa berlari mengejar cita agar tak tertelan jingga.

                         Angela Leliyoya Seliawan
                         Kelas : X1 IPA  A

Perjuangan

Ditengah hiruk pikuk dunia yang berputar
Ada perjuangan yang tak lekang oleh waktu
seperti sang pahlawan yang tak berhenti berjuang, mendebarkan hati,
Menggerakkan jiwa yang terbungkam.

Perjuangan adalah seni,
yang menggugah semangat,
melangkah dengan tegar,
mengatasi cobaan yang datang.

Dalam setiap langkah,
terhampar rintangan dan halangan,
Namun tak sedikitpun merendam
semangat yang membara.

Perjuangan mengajarkan
kesabaran dan keteguhan,
mengukir jejak keberanian,
Dalam sejarah hidup yang berwarna.

Dalam duka dan derita ,
Perjuangan menemukan cara,
menggapai impian,
meraih kemenangan.
Ibaratkan bintang yang bersinar,
Ditengah gelapnya malam,
memberi harapan dan,
memancarkan keindahan.

Perjuangan tak selalu pahlawan besar,
Juga tentang setiap insan,
yang tak kenal lelah.
dalam usaha kecil, ada kekuatan yang besar
Membentuk dunia yang baik
mewarnai masa depan yang cerah.

Taklukkan takdir,
raih impian yang tersembunyi,
karena dalam perjuangan
terhampar keajaiban yang penuh arti,
berharga dan berwarna.

Nama : Fransiska Olivia Engelda Tomo
kelas:XI Bahasa A

“SUASANA HATI”

Inginku bersyair tentang cinta
Namun jemariku sepertinya kaku untuk menulis
Apakah ini tanda bahwa ku bosan dengan kata itu?

Cinta bukankah mengucapkan ?
Tetapi bagiku kadang seperti drama saja
Berperan menurut naskah

Jika suasana hati senang
Maka indah yang tercipta
Jika kenyataan tak seindah harapan
Maka terkurung kesedihan

Aku telah letih mengartikannya
Menggoreskan kata itu,
Aku memilih tak bersyair hingga hilang resah didada

Karya: Nirwanda T. Pramaria
Kelas:XG

“Isi Hati”

Di sini aku memikirkan mu
Apakah engkau merindukan diriku
Jauh dimata namun dekat dihati
Layang doa terukir namamu

Sungguh berat dalam penantian
Terasa terpukul dilangit yang jingga
Aku bahagia akan kehadiranmu

Kurelakan pagi tanpa diiringi
Hangatnya pijar sang Surya
Asalkan engkau sapa ku dengan tutur katamu menemani jejak langkahku

Aku ikhlaskan malam tanpa ditemani
Hiasnya cahaya dan bintang
Asalkan engkau singgah bersama kata rindumu

Disudut ini kutertahan
Disudut kota kuberharap
Wahai kekasih hadirlah dengan janjimu
Hari ini, tempat ini, engkau akan kembali menyapa seberkas kasih

Karya: Nirwanda T.Pramaria
Kelas:XG

Aku mengingatmu

aku mudah memaafkan
Tapi aku sulit melupakan
Kumohon jangan buat aku mengingatmu
Karena luka yang kau buat
Tapi kuingin mengingatmu dengan rasa,,sayang, setia,,dan cintamu

Akupun tak tahu kenapa rasa padamu semakin besar, walau ku tahu itu sangat tidak mungkin
Egoisnya aku,,,

Senja,
Darimu aku belajar sabar yang sebenarnya
Darimu juga aku sadar bahwa indah itu tak selalu diawal,,,
Kamu terlalu Indah sampai sulit kugapai
Terkadang ku tak mau melihatmu berganti malam
Yang selalu sepi dan dingin

Sampai malam berganti pagi
Mentari selalu setia menanti tuk jalani semua dihari ini
Selalu ingin ku ucap,,,

Pagi senjaku terbaik
Selalu untukmu sayang jaga rasa ku

 Karya: Nirwanda T.Pramaria
 Kelas :XG

RAGA HIDUP

Melihat dan menyaksikan
Pengorbanan dan perjuangan demi menghidupkan
Kondisi dan keadaan yang dijalankan
Melangkah dan berbalut beban
Yang dipikul menempuh kehidupan

  Bekerja tanpa lelah tanpa menyerah 
  Walau tubuh luruh dan keruh 
  Tak peduli kondisi alam tak bersahabat
  Membabat dan merasuk raga kehidupan
  Dari perjuangan kehidupan duka lara

Sambutlah harapan kehidupan yang
Penuh keceriaan jiwa berseri
Tak ada rasa benci dan dengki
Yang ditanam dalam diri
Hanyalah kasih yang hidup dan tumbuh
Untuk langkah kehidupan mereka

Nama: Familia karinina jehamat
Kelas:xE
Judul: kehadirannya

Bersinar seperti matahari
Berwarna seperti pelangi
Indah seperti bunga yang mekar di pagi hari
Itulah hidupku sekarang
Hidup yang dulu suram seperti kabut hitam sekarang lebih indah karna ada cahaya yang bersinar menerangi nya
Hidup yang dulu gelap karna mendung yang menutupi cahaya sekarang terasa lebih indah karna ada pelangi yang datang untuk mengusirnya
Hidupku terasa sangat indah sekarang
Penuh dengan cahaya dan beribu warna
Semua itu karena kehadiran mu
Karna kehadiran mu hari-hariku penuh dengan kebahagiaan
Aku ingin mengucap kan terimakasih kepeda Tuhan karan telah mengijinkan dia untuk hadir dalam hidup ku
Dan aku berjanji untuk menjaga dan berusaha untuk membahagiakanya
Nama: Hedviga nindia nuwesi
Kelas: XE

Impian

Kubangkit dari tidurku
Menatap masa depan ku
Berhayal memikirkan sesuatu
Yang akan kuraih nanti

Berdiri mengejar waktu
Berhayal yang tinggi
Dengan keadaan tidak mendukung
Mengejar mu tanpa lelah

Tangan tidak berhenti untuk
Menggores
Kaki tidak lelah untuk melangkah
Untuk mengejar dengan semangat yang tinggi
Yang bangkit dari jiwaku dengan
Tekadku untuk meraihmu

Nama: Nirwanda Theresia Pramaria
Kelas:XG

Bingkai kehidupan

Waktu tak terasa berjalan
Meninggalkan sejuta kenangan
Ada kesenangan, ada kesedihan
Semua telah hadir dalam alur kehidupan

Jangan kau sesali hari yang telah lalu
Jangan kau tangisi lembaran kelam kehidupanmu
Tapi bangkitlah menuju hari esok yang bahagia

Jalan masih luas terbentang
Masih ada waktu untuk membenahi diri
Dan jangan larut dalam keputusan asaan
Karena itu bukan tujuan hidup kita

Nama: Nirwanda Theresia pramaria
Kelas: XG

Sahabat

Setiap hari kita bertemu
Setiap hari kita bersama
Apa mungkin kau masih ingat?
Saat saat kita bercanda,sedih, gelisah

Sahabatku…..
Sekarang kita telah jauh
Kau pergi meninggalkan ku
Tanpa memberi kabar ataupun berita
Kau hancurkan perasaan ku

Sahabatku….
Airmata pun tidak sanggup ku tahan
Aku berjanji akan datang ketempat kau berteduh

Sahabatku……
Kau bagaikan cahaya yang menerangi ku
Kau rembulan yang memberi keindahan
Kau bintang yang bertabur di setiap relung batinku

Nama: Nirwanda Theresia Pramaria
Kelas : XG

Ibu motivasiku

Ibuku….
Kau adalah kehidupanku
Yang selalu ada disaat aku sedih
Kau merangkul ku dengan hangatnya pelukanmu
Kau mengajarkan ku arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya
Kau adalah pelita didalam hidupku

Mengingat semua perjuangan mu..
Membuat ku selalu tetap tegar
Dikala aku mengalami sebuah kesulitan
Dan membuat aku selalu bangkit
Dari sebuah keterpurukan

Suatu kata yang keluar dari mulutmu …
Selalu membuat aku tenang
Dikala aku gelisah dan resah
Dan semua nasehat yang keluar dari mulutmu itu selalu memberikan aku motivasi yang sangat penting

Saat melihat mu tersenyum..
Hati ini sangat bahagia
Suatu kebahagiaan yang tak bisa aku ungkapkan

Dan disaat engkau tersenyum …
Disaat itu juga aku mengerti
Bahwa seberat apapun beban
Yang harus dilalui
Kita tetap tersenyum

Karya : FLorensia Advensia Ragu
Kelas : XI BHS A

Semangat Sumpah Pemuda

Malalui Lantunan Syair Puisi
Aku ungkapkan perasaan hati
Sebagai generasi pewaris Negeri
Yang sedang belajar mengisi diri.

Hatiku kini merasa sedih
Melihat Negeriku yang sedang merintih
Melangkah dengan tertatih-tatih
Demi berkibarnya Sang Merah Putih

Negeriku mejerit terluka
Narkoba kini merajalela
Tidak hanya di kota-kota
Namun telah menguasai ke Pelosok Desa

Negeriku yang Kaya Raya
Namun SDM mu belum terkelola
Harapan pada generasi muda
Untuk berjuang membangun bangsa.

Wahai Kalian Para Pemuda
Mana Pundakmu untuk Bangsa?
Bantu Ringankan beban Negara
Melangkah maju Agar sejahtera

Untuk Tanah Air Tercinta
Tanah Airku Indonesia
Mari bersama kita berkarya
Berpartisipasi membangun bangsa

Walau berbeda Suku Agama
Nusantara ku tetap dalam satu rasa
Bersatu sebagai Bangsa Indonesia
Seperti semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Jangan karena perbedaan Bahasa
Tidak mau berbaur bersama
Ingat Ada Bahasa Indonesia
Sebagai Bahasa Pemersatu bangsa

Ledakan dalam jiwa dan raga
Semangat diri yang Menggelora
Ingatlah semangat sumpah pemuda
Selalu bersatu untuk bangsa Indonesia

Karya : Adrianus O. Malut
Kelas XII IPS B

Aku Ini Sumpah

Kau temukan aku di keranjang sampah
Merebahkan segala amarah
Usai bergelut dengan lelah
Menyaksikan tingkah para bedebah

Aku ini sumpah
Tapi kini menjadi sampah

Kata-kataku terpenjara di jeruji waktu
Berkarat tergenang oleh isak tangis sendiri
Bahkan tertimbun beton-beton penyangga janji

Aku ini sumpah
Tapi kini menjadi sampah

Barangkali kau tuli
Atau berpura tak peduli
Hingga telingaku pun ikut tuli
Kata-kataku menjadi prasasti purba
Dikenang saat kau butuh puja
Lalu kembali menjadi arca yang bisu, tuli dan buta

Aku ini sumpah
Sumpah pemuda saat engkau belia
Ah…
Barangkali karena aku tak lagi muda
Kau pun juga sudahlah tua
Dan kita sama-sama pikun, rabun juga renta
Seiring mengeringnya luka di nadi pejuang bangsa

Sedang dulu…
Aku adalah bunga membingkai nusantara
Namun kini layu membangkai di sudut gedung istana negara

Bila darahku belumlah cukup mengkafani dosa para pribumi
Cukupkan lagi dengan dosa-dosamu nan beraroma intelegensi
Sampai kau menangisi kuburmu
Dan kita…
Sama-sama menjadi sampah di rumah sendiri.

Karya : Angelina Sartika
Kelas : XA

IBU

Aku lahir tanpa apa-apa
Engkaulah yang mengajariku segalanya
Membesarkanku dengan segala upaya
Berharap aku jadi orang yang berguna

Ketika aku menangis dalam takut
Engkaulah yang menyenangkanku
Ketika aku jatuh sakit
Engkaulah yang slalu ada disampingku

Engkau menegurku ketika aku salah
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa
Engkau menghiburku ketika aku sedih
Engkau menyembuhkanku ketika ku terluka

Kini aku tlah dewasa
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita
Berharap kan menjadi orang yang berguna
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga

Terima kasih ibu
Engkau segalanya bagiku
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa
Kasihmu padaku takkan terbalas sepanjang masa

Wanita …

Aku tidak pernah memilih untuk jadi wanita ..
Aku juga tak pernah meminta untuk dilahirkan ke dunia ini
Jika aku bisa memilih dan meminta ..
Akan aku minta jadi wanita sempurna tanpa ada kekurangan ..
Aku akan milih dilahirkan dengan penuh cinta dan kasih sayang
Karya : Mariani Lisa Muen
Kelas X A

Wanita

Mengapa selalu salah
Mengapa selalu jadi lemah
Mengapa selalu jadi korban

Salah Dimata banyak orang
Lemah di mata yang menindasnya
Korban dari semua kejahatan

Wanita
Adalah mahluk yang paling istimewa
Menjadi seorang ibu yang luar biasa
Menjadi istri untuk suami

Memberikan cinta juga pengorbanan yang besar
Namun mengapa banyak terluka
Terlalu banyak mengalah untuk keadaan
Keadaan tidak membuat tidak berdaya

Wanita
Menjadi pelita pelipur lara
Membuang duka dengan cinta dan kasih sayang
Adakah kalian merasakan disaat dia menangis
Saat dia bersedih
Saat dia terluka
Tidak akan pernah merasakan nya
Karena kamu tak akan pernah bisa memahami wanita
Karya : Angelina Yuta Syukur
Kelas : X F

Pesan sang ayah

Anakku,
Bila malam telah menjelang pagi
Apakah yang engkau lihat?
Bukankah sang matahari mulai memberikan sinarnya?
Dan burung-burungpun berkicau dengan merdu.

Mengapa engkau masih tertidur anakku?
Bangunlah, bukalah kedua matamu
Dan lihatlah ke jendela,
Hari sudah semakin siang
Mengapa engkau tetap diam, anakku?

Bangkitlah dan berdoalah anakku,
Ayah menyapamu dengan kasih
Nyanyikanlah kidung pagi yang indah
Dan mulailah bekerja dalam kebun kita
Maka ayahmu ini akan senang melihat engkau berkarya

Apabila engkau telah merasa lelah
Datanglah kepada ayah
Dengan penuh kasih ayah akan menguatkan kamu
Melalui hidangan yang ayah siapkan
Karena ayah tahu engkau membutuhkannya

Bangunlah anakku,
Ayah menyapamu dengan kasih
Dan lihatlah,
Hari sudah semakin siang!

Karya onha hartati
Kls : X F

Ayahku Tetap Pahlawanku

Ayah dirimu adalah sosok yang tak bisa ku lupakan selama hidupku
Di setiap tetesan keringat yang membasahi tubuhmu
Sangatlah berharga untuk ku
Mencari nafka demi keluarga
Tak pernah merasa letih

Terik mebakar tubuhmu
Kau tak peduli
Terguyur hujan membasahi mu
Dingin menggeluti tubuhmu
Kau tak juga peduli

Ayah aku kagum dirimu
Sosok pahlawan dalam hidupku
Jika mengingat perjuanganmu
Tetesan air mata selalu membasahi pipiku

Perjuanganmu sungguh sangatlah berat
Berjuang mati-matian demi
Menyelamatkan keluargamu dari derita kehidupan
Membesarkan dari keringat perjuanganmu

Kau sosok yang mulia
Ikhlas mengorbankan jiwa dan ragamu
Demi keluargamu
Terimakasih atas segalah pengorbananmu

Terimakasih sudah menjadi ayah yang baik untuk ku
Aku berjanji akan membahagiakan mu
Jerih payahmu akan ku balas dengan segala usahaku

Dalam sujudku
Aku ikhlas merangkai kata hingga menjadi do’a
Akan ku panjatkan kepada Tuhan
Agar dirimu sehat-sehat selalu di sana
Ayah aku akan mengenangmu di setiap helaian nafasku

Karya : Onha hartati
Kls : X F

Perpisahan

Sedih…
Itulah yang kurasakan…
Saat kamu memutuskan…
Untuk pergi selamanya…

Aku tidak mengerti apa maumu…
Mengapa segalanya sulit bagiku…
Padahal kita sudah sama-sama dewasa…
Dan pernah punya komitmen untuk terus bersama…

Namun…
Seiring waktu berjalan…
Kamu berubah jadi egois…
Dan tidak lagi peduli denganku…

Air mata ini…
Seakan menjadi saksi bisu…
Perpisahan di antara kita…
Perpisahan yang sangat menyakitkan bagiku…

Hilang sudah impianku…
Menghabiskan masa tua bersamamu…
Hilang sudah angan-anganku…
Bisa mencintaimu seumur hidupku…

Aku hanya berharap…
Apa pun pilihan hatimu…
Kamu bisa mendapatkan kebahagiaan..
Yang tidak mampu ku berikan untukmu…

Selamat tinggal kasih…
Kini kisah kita cuma tinggal kenangan…
Kenangan yang akan selalu ada…
Dalam memory perjalanan hidupku…

Ku coba yakinkan diri ini…
Bahwa aku bisa bertahan tanpamu…
Sebelum nanti saatnya…
Aku bisa kembali membuka hati untuk cinta yang lain…

Semoga kamu bahagia…
Dengan pilihan hatimu…
Dan terima kasih sudah pernah ada untukku…
Setidaknya kita pernah bersama walau hanya sesaat
Karya : Yohanes A. Sandang
Kelas X D

Andai Aku bisa

Jika mampu kulakukan…
Ingin kupuisikan namamu dengan penuh kemarahan
Layaknya badai kebencian menghantam rerimbun dahan
hingga patah menjadi serpihan

Andai aku bisa lakuan…
Ingin kusyairkan bayangmu dengan penuh keangkuhan
Seangkuh sinar mentari menatap sinis cacing tanah yang menggelepar kepanasan

Selaksa gelombang samudra yang setia menghantar pasir hingga kepinggir tanpa meminta imbalan
Begitulah rasa sayangku padamu, kupersembahkan dengan penuh ketulusan

Aku yang lemah…
Namun kekuatan cinta sejatiku padamu adalah keperkasaan
Hingga rasa sakit kala pedang penghianatan
Kau hujamkan tak mampu membinasakan; aku tetap bertahan

Padamu…
Mungkin cinta dan sayangku hanya kau anggap kebodohan
Sehingga hatiku kau jadikan mainan
Biarlah aku menerima dengan kepasrahan
Sampai sang waktu iba dan memberiku keikhlasan.
Karya : Djie Debora Septiani
Kelas : X A

BINTANG HATIKU

Berdiri aku menatap nabastala sang malam
Parasnya terbentang tiada batasnya
Gemerlapnya gemintang begitu mempesona
Sinarannya lembut menerangi alam

Dersik Sepoi sang bayu menyapa angan ini
Serasa aku merasakan hangat pelukanmu
Di antara rasa rinduku yang kian menari
Di pelupuk netra bayanganmu datang menderu

Seperti hembusannya yang tak pernah jeda
Rasa ini tetap Amerta di Palung jiwa
Meski daksa raga kita tak buatku bisa melupa
Tentangmu yang selalu ada di dalam aksa

Tetaplah bersinar wahai bintang hatiku
Biarpun tak terang tapi cintamu selalu ada
Sebagai penerang hatiku meski terpisah waktu
DI sini ku akan slalu melangitkan doa untukmu

Karya : Anas Teresia Jayanti
Kelas : X E

SETIA

Bukan sehari dua aku bersamamu
Merasakan pedihnya cemeti
Menyeka darah yang mengalir
Mengusap peluh dan air mata yang membanjir
Tak merasakan panas yang membakar tubuh
Tak perduli keringat dan peluh
Menapaki jalan berduri duri
Berkerikil tajam berangin topan
Jatuh tersungkur berkali-kali
Di hina di hujat di rendah kan
Dan aku tak pernah pergi
Bagiku, kau adalah lentera
Yang aku jaga nyala hingga nafas berakhir jua
Aku kan tegap berdiri
Jika tangan mu tak lepas menguati
Tak pernah menyerah
Meski tubuh ku hancur dan bersimbah
Aku kan tetap kuat dan takkan sambat
Sedikitpun aku tak beranjak
Meski badan terinjak-injak
Namun..
Sekali kau lontar kata tak patut ku dengar..
Maka semua redup tak ada sinar
Gelap menyelimuti
Hati retak hancur bercerai
Air mata tak henti berderai
Raga pun turut gemetar lemah dan lunglai…
Aku hanya akan berharap maaf
Kan terucap dari bibimu
Meski waktu terus berlalu
Aku tak bisa lupa itu

Karya : Fulgensius H. Lasa
Kelas : X F