Bangkit
Puisi : Podensia O. Danoya
Kelas : XII Bahasa B
Terjatuh, terhempas, luka menganga
Namun semangat takkan pernah padam
Bangkit kembali, lebih kuat dari yang ada
Menatap masa depan, penuh dengan asa
Menatap masa depan, penuh dengan asa
Hati berdebar, langkah pasti terasa
Bangkit dari abu, lebih kuat dari kemarin
Menggapai mimpi, takkan pernah menyerah
Bersama kita bangkit, merangkai mimpi
Tangan saling menggenggam, hati menyatu
Takkan ada rintangan yang tak bisa kita lalui
Selalu ada harapan, di setiap pagi
Tangan saling menggenggam, hati menyatu
Dalam badai kehidupan, kita tetap kuat
Saling menguatkan, saling menghibur
Bersama kita hadapi, semua rintangan
Tangan saling menggenggam, hati menyatu
Seperti akar pohon yang saling menguatkan
Menembus tanah, mencari sumber kehidupan
Bersama kita tumbuh, semakin kokoh.
Keringat Mimpi
Tetes demi tetes, membasahi pipi
Keringat mimpi, saksi perjuangan diri
Setiap langkah, membawa kita lebih tinggi
Menuju puncak cita, meraih mimpi
Jejak keringat, mengukir kisah hidup
Menjadi pelita, dalam gelap malam
Menguatkan semangat, takkan pernah pudar
Untuk meraih mimpi, yang selalu dinanti
Puing, 24 Oktober 2024
Mengulang Sejarah
Puisi : Angela L. Seliawan
Kelas : XII IPA A
Di bawah langit Indonesia yang biru
Para pemuda berkumpul, hati satu
Dengan suara lantang, mereka berseru
Sumpah pemuda, ikrar suci
Darah tumpah, perjuangan panjang
Untuk tanah air, yang tercinta
Dengan semangat juang, kita bangkit
Membangun bangsa, yang merdeka
Hari ini kita mengenang, sejarah silam
Sumpah pemuda, semangat yang takkan pernah padam
Kita warisi, nilai-nilai luhur
Untuk membangun masa depan yang lebih cerah
Di tengah arus globalisasi, kita tetap teguh
Menjaga identitas bangsa, yang kita cintai
Dengan semangat gotong royong, kita bersatu
Membangun Indonesia yang adil dan sejahtera
Mimpi adalah tujuan, keringat adalah jalan
Bersama kita melangkah, takkan pernah goyah
Setiap tetes keringat, mendekatkan pada impian
Dengan semangat membara, kita pasti bisa
Keringat yang kita curahkan, adalah berkah
Menyuburkan benih mimpi, agar tumbuh subur
Dengan kerja keras, kita akan menuai hasil
Kebahagiaan sejati, akan kita rasakan
Puing, 24 Oktober 2024
Bangunlah Pemudaku
Puisi : Maria Dela Helista
Kelas : XII Bahasa A
Wahai pemuda, tunas harapan bangsa
Bangkitlah dari mimpi, raihlah cita
Dengan semangat juang, jiwa yang perkasa
Bawa negeri ini ke puncak jaya
Ingatlah sejarah, perjuangan para pendahulu
Yang telah gugur, demi kemerdekaanmu
Jadikan semangat mereka, sebagai peluru
Untuk menggapai masa depan yang gemilang
Ilmu pengetahuan, jadikan bekalmu
Inovasi dan kreasi, jadikan senjatamu
Bangun negeri ini, dengan tanganmu
Jadikan Indonesia, negara yang maju
Janganlah takut pada tantangan
Hadapi rintangan, dengan keberanian
Bersatu padu, kita hadapi zaman
Dengan semangat muda, yang takkan pernah padam
Jadilah pelopor, agen perubahan
Bawa angin segar, ke seluruh penjuru
Dengan karya nyata, kita buktikan
Bahwa pemuda Indonesia, selalu siap
Mari bersama, kita bangun negeri
Dengan cinta tanah air, yang suci
Jadikan Indonesia, negara yang bermartabat
Untuk generasi mendatang, kita wariskan
Wahai pemuda, masa depan di tanganmu
Jadilah generasi emas, yang membanggakan
Bangunlah, majulah, Indonesia!
Puing, 24 Oktober 2024
Merah Putih di Keningmu
Puisi : Maria Lisa Muen
Kelas : XI E
Wahai pemuda, tunas bangsa yang perkasa
Merah putih berkibar, di keningmu bersinar
Simbol perjuangan, cita-cita bangsa
Untuk Indonesia, yang kita cintai
Darah pahlawan, mengalir dalam nadimu
Semangat juang, membara dalam dadamu
Bangun negeri ini, dengan tekad yang kuat
Agar Indonesia, jaya selamanya
Ilmu pengetahuan, jadikan bekalmu
Inovasi dan kreasi, jadikan senjatamu
Hadapi tantangan, dengan keberanian
Bawa Indonesia, ke puncak kejayaan
Bersatu padu, kita bergandengan tangan
Wujudkan mimpi, untuk negeri tercinta
Dengan gotong royong, kita pasti bisa
Membangun Indonesia, yang maju dan bersinar
Jangan pernah lelah, untuk berjuang
Jadilah pelopor, perubahan yang kita harapkan
Dengan semangat muda, kita akan terbang
Menuju masa depan, yang cerah gemilang
Merah putih berkibar, di hati sanubari
Sebagai pengingat, akan perjuangan kita
Untuk Indonesia, negeri yang kita sayangi
Kita jaga bersama, selamanya
Puing, 24 Oktober 2024
Jiwa Ksatria
Puisi : Arfila Gita
Kelas : XE
Dalam dada berbara api semangat juang
Jiwa ksatria membara, takkan pernah padam
Setia pada tanah air, setia pada bangsa
Mengukir sejarah, nama harum abadi
Dengan pedang keadilan, kita berjuang
Melawan kezaliman, membela yang benar
Tak gentar menghadapi badai kehidupan
Tetap teguh berdiri, takkan pernah goyah
Darah mengalir, luka menggores kulit
Namun semangat takkan pernah surut
Demi bangsa dan negara, kita berkorban
Jiwa ksatria, takkan pernah menyerah
Ksatria sejati, bukan hanya kuat fisik
Namun juga kuat iman, dan budi pekerti
Dengan hati yang mulia, kita melangkah
Membawa kedamaian, untuk seluruh negeri
Dalam setiap langkah, kita meninggalkan jejak
Jejak keberanian, yang takkan pernah pudar
Inspirasi bagi generasi muda
Untuk terus berjuang, meraih cita-cita
Wahai ksatria, bangkitlah dari tidur
Tunjukkan kepada dunia, kekuatanmu
Bersama kita, bangun negeri yang maju
Dengan jiwa ksatria, yang takkan pernah mati
Puing, 24 Oktober 2024
Dalam Bara Api
Puisi : Rosalia Ventiani Jehanut
Kelas : XI B
Dalam bara api, jiwa membara
Menggelegar semangat, tak pernah padam
Jiwa ksatria, teruji dalam bara
Mengukir sejarah, nama harum abadi
Asap mengepul, membumbung tinggi
Menyatu dengan langit, menyentuh mimpi
Peluh membasahi tubuh, takkan surut
Menghadapi tantangan, dengan hati teguh
Dalam bara api, kita ditempa
Menjadi manusia yang lebih tangguh
Dengan semangat juang, kita berlari
Menuju kemenangan, meraih mimpi
Meski luka menggores, semangat takkan padam
Kuatkan tekad, raihlah kemenangan
Dengan hati yang tegar, kita hadapi
Segala rintangan, yang menghalangi
Bara api menyala, menerangi jalan
Menunjukkan arah, menuju tujuan
Dengan cahaya harapan, kita melangkah
Menuju masa depan, yang lebih cerah
Dalam bara api, kita temukan jati diri
Sejati diri yang kuat, berani, dan jujur
Dengan semangat yang membara, kita bersatu
Membangun masa depan, yang lebih baik
Puing, 24 Oktober 2024
Petualang Membara
Puisi : Yudastiana Atus
Kelas : XI F
Dalam dada bersemayam nyala api,
Jiwa pemberani, takkan pernah mati.
Menghadapi badai, tak pernah gentar,
Tetap teguh berdiri, pantang menyerah.
Sejak kecil, jiwa petualang membara,
Menjelajah dunia, tanpa rasa takut dan gentar.
Menghadapi tantangan, dengan semangat juang,
Mencari makna hidup, yang takkan pernah hilang.
Dengan langkah pasti, melangkah ke depan,
Menembus batas, meraih impian.
Tak kenal lelah, terus berjuang,
Untuk mencapai puncak kesuksesan.
Jiwa pemberani, selalu haus akan ilmu,
Mencari pengetahuan, untuk memperkaya diri.
Dengan pikiran terbuka, menyambut perubahan,
Membangun masa depan, yang lebih cerah.
Kuat dalam badai, tegar dalam cobaan,
Jiwa pemberani, takkan pernah goyah.
Dengan hati yang lapang, menerima kenyataan,
Menjalani hidup, dengan penuh keyakinan.
Inspirasi bagi banyak orang,
Menjadi contoh, yang selalu diingat.
Jiwa pemberani, abadi sepanjang masa,
Menyala terang, menerangi dunia.
Puing, 24 Oktober 2024
Guruku, Motivatorku
Puisi : Maria Magdalena Saryanti
Kelas : XII IPS B
Kau bagai pelita, menerangi jalan hidupku
Menuntunku dari gelap, menuju cahaya
Kau bagai nahkoda, mengarahkan perahuku
Melintasi samudra ilmu, tanpa ragu
Setiap kata-katamu, bagai mutiara
Menginspirasi, memotivasi
Menumbuhkan semangat, untuk terus belajar
Mencapai cita-cita, yang kuberikan
Engkau bukan hanya guru, tapi sahabat sejati
Selalu ada untukku, dalam suka dan duka
Menjadi tempatku berkeluh kesah
Memberikan semangat, ketika aku lemah
Dengan sabar, kau mendengarkanku
Memberikan bimbingan, yang sangat berarti
Kau ajarkan aku, arti kehidupan
Menjadi manusia yang berguna bagi sesama
Terima kasih, guruku
Atas segala ilmu yang kau berikan
Atas kasih sayang, yang tak ternilai
Kau akan selalu kuingat, dalam hati
Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Yang telah membantuku, meraih masa depan
Engkau inspirasiku, sepanjang masa
Guruku, terima kasih.
Puing, 24 Oktober 2024
Padamu Indonesiaku
Puisi : Helena Sintia Bela
Kelas : X A
Wahai negeri pertiwi, tanah airku
Ku pandangmu dengan penuh cinta
Engkaulah surga dunia, anugerah ilahi
Harapanku padamu, takkan pernah mati
Dari Sabang sampai Merauke, kita bersatu
Dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Berbeda-beda, tetapi tetap satu
Indonesia, tanah air beta
Engkau kaya raya, sumber daya melimpah
Namun, masih banyak saudara yang menderita
Mari kita bergandengan tangan, bersama-sama
Membangun negeri, menjadi lebih sempurna
Pendidikan yang berkualitas, untuk generasi muda
Agar mereka menjadi penerus bangsa
Sehat dan cerdas, berakhlak mulia
Membawa Indonesia, ke masa depan gemilang
Adil dan merata, keadilan sosial
Untuk seluruh rakyat, tanpa terkecuali
Korupsi dan kolusi, kita lawan bersama
Agar negeri ini, bebas dari cela
Lingkungan yang hijau, udara yang bersih
Laut yang jernih, hutan yang asri
Mari kita jaga alam, untuk anak cucu
Agar bumi tetap lestari
Perdamaian dan persatuan, harga mati
Jangan biarkan perpecahan, menghancurkan kita
Mari kita hidup rukun, dalam keberagaman
Indonesia damai, Indonesia jaya
Dengan semangat gotong royong, kita bersatu
Membangun negeri, menjadi lebih maju
Indonesia, tanah airku, kebanggaan hidupku
Semoga engkau selalu jaya, di masa mendatang
Puing, 24 Oktober 2024
Pagi Menyapa
Puisi : Yohanes Algo Sandang
Kelas : XI C
Cahaya mentari menari di jendela
Menyelinap lembut, membelai wajahku
Sejuknya angin pagi, membuai jiwa
Membawa harapan baru, yang indah
Burung berkicau riang, menyambut mentari
Bunga-bunga merekah, tersenyum ceria
Alam pun ikut bergembira
Menyambut datangnya hari yang baru
Embun menempel di dedaunan hijau
Membentuk kristal-kristal, berkilau indah
Udara segar, menyegarkan tubuh
Membuat hatiku, merasa lapang
Langkahku ringan, menuju hari yang baru
Dengan semangat membara, ku hadapi
Segala tantangan, yang menanti
Dengan senyum sumringah, ku ucapkan selamat pagi
Matahari semakin meninggi, menyinari bumi
Cahayanya menghangatkan, jiwa dan raga
Ku bersyukur atas anugerah ini
Hidup ini indah, sungguh luar biasa
Mari kita nikmati, setiap detiknya
Dengan rasa syukur, yang terdalam
Karena pagi adalah awal yang baru
Untuk meraih mimpi, yang kita impikan
Puing, 24 Oktober 2024
Pesan Guruku
Puisi : Yuliana Hartati Mur
Kelas : XI G
Kata-katamu, bagai embun pagi
Menyejukkan jiwa, menghidupkan hati
Engkau tanamkan benih ilmu, di dalam diri
Menumbuhkan harapan, untuk masa depan yang lebih berarti
Kau ajarkan arti kehidupan, yang sebenarnya
Bukan hanya mengejar harta dan tahta
Namun juga, bagaimana cara berbagi
Menebar kebaikan, untuk sesama
Sabarmu bagai samudra, luas dan dalam
Menampung segala keluh kesahku
Dengan kasih sayang, kau bimbing langkahku
Agar ku menjadi manusia yang berguna
Kau bagai pelita, menerangi jalan hidupku
Menunjukkan arah, ketika aku tersesat
Kaulah pahlawanku, tanpa tanda jasa
Yang selalu kuingat, sepanjang masa
Engkau bukan hanya guru, tapi sahabat sejati
Selalu ada untukku, dalam suka dan duka
Terima kasih, guruku
Atas segala ilmu dan kasih sayangmu
Pesanmu akan selalu kuingat, dalam hati
Menjadi pedoman hidupku, hingga akhir nanti
Aku akan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik
Untuk membanggakanmu, guruku yang baik
Puing, 24 Oktober 2024
Mimpi Sang Pejuang Muda
Puisi : Maria L. Hosanai
Kelas : XII IPS C
Dalam dada membara, semangat membuncah
Mimpi membumbung tinggi, meraih puncak
Negeri tercinta, menjadi tujuan utama
Dengan segenap jiwa, raga dan cinta
Pedang keadilan, siap kuayunkan
Melawan segala bentuk kezaliman
Suara kebenaran, akan kukumandangkan
Demi bangsa, demi tanah airku
Langkahku tegap, takkan pernah goyah
Menghadapi badai, tetap teguh berdiri
Dengan semangat juang, yang tak pernah padam
Ku yakin, mimpi akan menjadi nyata
Ilmu pengetahuan, kuperdalam
Agar bangsa ini, semakin maju
Dengan inovasi, kita akan jaya
Menjadi bangsa yang disegani dunia
Bersama teman seperjuangan, kita bersatu
Membangun negeri, yang adil dan makmur
Dengan gotong royong, kita pasti mampu
Mencapai cita-cita, yang kita impikan
Jiwa muda, penuh semangat dan idealisme
Siap mengabdi, untuk negeri tercinta
Meski jalan terjal, penuh rintangan
Kita akan terus berjuang, tanpa henti
Wahai Tuhan, berikanlah kekuatan
Agar kami dapat mewujudkan cita-cita
Membangun negeri yang aman dan damai
Indonesia jaya, selamanya.
Puing, 24 Oktober 2024
Bangkit dari Belenggu
Puisi : Merliyana Inu
Kelas : XII IPS A
Dalam sunyi, hati terbelenggu
Dibayangi ketakutan, jiwa terpenjara
Namun semangat takkan pernah redup
Cahaya harapan, terus membara
Luka menganga, bekas derita
Namun air mata, takkan kusia-siakan
Kujadikan kekuatan, untuk bangkit berdiri
Menatap masa depan, dengan keyakinan
Tangan-tangan penindas, takkan ku biarkan
Menghancurkan mimpi, yang ku ukir
Aku akan melawan, dengan segenap jiwa
Membebaskan diri, dari belenggu nestapa
Suara hatiku, akan kudengungkan
Menjadi nyanyian, untuk seluruh dunia
Bahwa kegelapan takkan selamanya
Cahaya kebenaran, akan segera tiba
Luka ini, akan menjadi bekas
Yang mengingatkan, betapa kuatnya diri
Aku akan bangkit, lebih kuat dari sebelumnya
Menjadi inspirasi, bagi sesama
Dengan kepala tegak, ku hadapi dunia
Takkan gentar, menghadapi tantangan
Masa depan cerah, menantiku
Aku siap meraihnya, dengan tangan terbuka
Puing, 24 Oktober 2024
Generasi Emas Negeri
Puisi : Lutgres G. Suhanda
Kelas : X B
Generasi emas, penerus bangsa
Dibahu kalian, tertanam harapan
Indonesia jaya, cita-cita kita
Dengan ilmu dan karya, kita satukan
Penuh semangat, jiwa membara
Membawa perubahan, masa depan cemerlang
Inovasi dan kreasi, takkan pernah padam
Membangun negeri, menjadi lebih hebat
Dengan teknologi, kita menjelajah dunia
Mencari ilmu, mengasah potensi diri
Bersatu padu, bergandengan tangan
Menciptakan Indonesia yang maju dan mandiri
Lingkungan hijau, kita jaga bersama
Laut biru, kita lestarikan
Alam indah, anugerah ilahi
Mari kita rawat, untuk generasi nanti
Keadilan sosial, kita perjuangkan
Persatuan bangsa, kita jaga
Dengan cinta tanah air, kita bersatu
Membangun Indonesia, yang merdeka
Generasi emas, harapan bangsa
Pembawa cahaya, di tengah kegelapan
Mari kita buktikan, bahwa kita mampu
Membawa Indonesia, ke puncak kejayaan.
Puing, 24 Oktober 2024
Kegelapan
Puisi : Rosniana Jemila
Kelas : XII IPS D
Wahai kegelapan, engkau sungguh kejam
Menyelimuti hati, menenggelamkan mimpi
Kau curi cahaya, tinggalkan kesunyian
Membawa duka, nestapa yang tak bertepi
Engkau bagai belenggu, mengikat jiwa
Menghalang langkah, menuju cita-cita
Namun di dalam hati, api terus menyala
Menunggu saat, untuk membakarmu hingga rata
Kau rangkul ketakutan, menumbuhkan ragu
Mencoba memadamkan, semangat yang membara
Namun aku takkan menyerah, ku hadapi semua
Dengan keberanian, ku lawan kegelapanmu
Cahaya kebenaran, akan ku cari
Untuk menerangi, jalan hidupku
Dengan semangat juang, ku takkan berhenti
Sampai kegelapan lenyap, dan terang menyinari
Aku akan bangkit, dari keterpurukan
Menggapai mimpi, dengan tangan terbuka
Kegelapan takkan menang, atas semangatku
Aku akan buktikan, bahwa aku kuat
Puing, 24 Oktober 2024
Ruang Kosong
Puisi : Maria Rosalia Sian
Kelas: X D
Ruang kosong, hampa dan sunyi
Menunggu kehadiran, mengisi sepi
Dinding-dinding putih, menatap sayu
Mencari makna, dalam kehampaan ini
Kursi tua, teronggok di sudut
Menanti jemari, menelusuri lekuk
Meja kayu, masih berdebu
Menunggu buku, atau secangkir kopi
Jendela kaca, memandang langit luas
Mengundang burung, berkicau riang
Namun di dalam hati, terasa hampa
Mencari teman, berbagi cerita
Ruang kosong, bagai kanvas putih
Menunggu goresan, warna-warni kehidupan
Dengan imajinasi, kita lukis
Membentuk keindahan, yang abadi
Mari isi ruang ini, dengan cinta dan kasih
Dengan tawa dan canda, kita hidupkan lagi
Dengan mimpi dan harapan, kita terbang tinggi
Menjadikan ruang kosong, penuh berarti
Puing, 24 Oktober 2024
Apa Yang Kau Cari
Puisi : Karolina Manda Sartika Adil
Kelas : XC
Dalam hiruk pikuk dunia, apa yang kau cari?
Di balik topeng senyum, rahasia tersembunyi
Harta benda, tahta, atau cinta sejati?
Atau makna hidup, yang abadi
Kau mengejar mimpi, mengejar waktu
Dalam labirin kehidupan, kadang tersesat
Kejar ketenaran, atau ketenangan hati?
Jawabannya ada dalam diri, tak perlu ragu
Kau lihat bintang, berkelap-kelip di malam
Mencari arah, di tengah gelapnya malam
Apakah kau mencari Tuhan, dalam setiap doa?
Atau sekadar pelarian, dari segala derita
Dalam kesendirian, kau merenung dalam
Mencari arti hidup, yang sesungguhnya
Apakah kebahagiaan, yang kau idamkan?
Atau kedamaian, yang tak ternilai
Dunia ini luas, penuh misteri
Setiap langkah, membawa kita pada jati diri
Apa yang kau cari, adalah jawabanmu
Yang akan mengantarmu, pada tujuan hidupmu
Puing, 24 Oktober 2024
Luka yang Memudar
Puisi : Angelina Yuta Syukur
Kelas : XI A
Luka menganga, bekas perih kemarin
Menoreh hati, meninggalkan kenangan
Namun waktu terus berjalan, takkan pernah berhenti
Menyembuhkan luka, perlahan tapi pasti
Air mata mengalir, membasahi pipi
Mencoba melupakan, semua yang terjadi
Namun jejak luka, masih terasa di hati
Seperti bekas luka, di kulit yang tergores
Luka itu mengajarkan, arti kehidupan
Tentang kekuatan, dan arti perjuangan
Tentang cinta dan kasih, yang takkan pernah sirna
Membuat kita lebih kuat, menghadapi dunia
Luka adalah guru, yang paling bijaksana
Mengajarkan kita, arti kesabaran
Mengajarkan kita, untuk selalu bangkit
Dari keterpurukan, dengan semangat yang membara
Luka bukanlah akhir, dari segalanya
Ini adalah awal, dari babak baru
Untuk menjadi lebih baik, dari sebelumnya
Dengan hati yang lapang, dan jiwa yang merdeka
Luka akan memudar, seiring berjalannya waktu
Namun kenangannya, akan selalu terukir
Sebagai pelajaran berharga, untuk hidupku
Membuatku lebih kuat, dan lebih tegar
Luka bukanlah kutukan, melainkan anugerah
Yang membuat kita, semakin dewasa
Mengajarkan kita, untuk menghargai hidup
Dan bersyukur atas segala karunia
Jadikan luka sebagai motivasi
Untuk meraih mimpi, dan cita-cita
Buktikan pada dunia, bahwa kita bisa
Bangkit dari keterpurukan, dan menjadi lebih baik
Bukit Renungan
Puisi : Osita Hiam
Kelas: X F
Di puncak bukit, ku duduk sejenak
Menatap dunia, begitu luas dan tampak
Awan berarak, seperti kapas lembut
Membawa pikiran, melayang tak tentu
Hembusan angin, membelai rambutku
Menyejukkan jiwa, yang penuh keraguan
Bintang berkelap-kelip, bagai permata
Menyinari hati, yang penuh kegelapan
Batu-batu besar, berdiri kokoh
Menjadi saksi bisu, perjalanan hidup
Pohon-pohon rindang, menjulang tinggi
Menjadi tempat berteduh, bagi hati yang gundah
Aku merenung, tentang hidup ini
Tentang arti bahagia, dan tujuan hidup
Di sini, aku merasa begitu kecil
Dibanding alam raya, yang begitu luas
Suara burung berkicau, menemani kesunyian
Membawa pesan, tentang keindahan
Alam ini begitu indah, begitu sempurna
Mengajarkanku, untuk selalu bersyukur
Di puncak bukit ini, aku menemukan jawaban
Tentang segala pertanyaan, yang selama ini membingungkan
Hatiku terasa tenang, pikiran menjadi jernih
Seolah semua masalah, menjadi tak berarti
Aku akan kembali, ke puncak bukit ini
Ketika hatiku gundah, dan pikiran kacau
Karena di sini, aku menemukan kedamaian
Dan inspirasi, untuk menjalani hidup
Puing, 24 Oktober 2024
Goresan Biru
Puisi : Diana Y. Dino
Kelas: XII IPA B
Tinta biru, membelah kertas putih
Menciptakan dunia, dari imaji
Sebuah kisah, terukir indah
Mengalun lembut, seperti melodi
Kuas menari, mengikuti irama hati
Menggoreskan mimpi, di atas kanvas putih
Biru laut, luas dan dalam
Menyimpan rahasia, yang tak terungkap
Biru langit, cerah dan benderang
Memberi harapan, setelah badai berlalu
Biru mata, penuh kasih sayang
Menatapku dalam, hingga ke jiwa
Goresan biru, adalah bahasa hati
Yang tak terucap, namun terasa
Membawa pesan, tentang kehidupan
Tentang cinta, mimpi, dan perjuangan
Dengan tinta biru, ku lukis masa depan
Dengan harapan, dan semangat yang membara
Ku ukir nama, di setiap karya
Sebagai bukti, bahwa aku pernah ada
Biru adalah warna, yang penuh makna
Simbol kedamaian, dan ketenangan jiwa
Dengan goresan biru, ku temukan diri
Dan arti hidup, yang sesungguhnya
Puing, 24 Oktober 2024
Rahasia Hati
Puisi : Florida F. Familia
Kelas : XI Bahasa B
Dalam kedalaman jiwa, tersimpan rahasia
Sebuah taman, yang hanya ku yang tahu
Bunga-bunga indah, bermekaran rahasia
Dalam sunyi, ku sirami dengan air mata
Kata-kata tertahan, di balik bibir kaku
Perasaan terpendam, dalam relung hati
Takut terluka, jika jujur mengungkapkan
Maka ku simpan rapat, rahasia ini
Terkadang ku ingin, berbagi cerita
Namun takut penolakan, membuatku ragu
Ku takut kehilangan, jika semuanya terungkap
Maka ku pilih diam, meski hati terluka
Dalam mimpi, ku bebas mengekspresikan
Semua rasa yang terpendam di hati
Namun saat terjaga, kembali ke kenyataan
Ku harus menyembunyikan, semua rahasia ini
Mungkin suatu saat, aku akan berani
Untuk membuka hati, dan mengungkapkan semua
Namun untuk saat ini, biarkanlah rahasia ini
Tersimpan dalam hati, hanya untukku
Aku belajar, bahwa rahasia itu berat
Membawa beban, yang tak mudah dipikul
Namun aku juga belajar, bahwa kejujuran itu penting
Untuk mencapai kedamaian, dan hati yang lapang
Aku percaya, suatu saat akan tiba
Saatnya rahasia ini, terungkap juga
Dengan hati yang terbuka, ku sambut masa depan
Dengan harapan, bahwa semua akan baik-baik saja
Dalam setiap senyum, tersimpan rahasia
Dalam setiap tawa, tersembunyi luka
Namun aku akan terus belajar, untuk menjadi lebih kuat
Dan menghadapi semua, dengan kepala tegak
Puing, 24 Oktober 2024
Takdir
Puisi : Podensia O. Danoya
Kelas : XII Bahasa B
Seutas benang, terjalin erat
Menghubungkan masa lalu, kini dan saat
Takdir terukir, dalam lembaran waktu
Menentukan arah, langkah dan laku
Adakah yang bisa merubahnya?
Atau hanya pasrah, menerimanya?
Setiap detik, setiap langkah kita
Adalah bagian dari skenarioNya
Seperti daun yang jatuh, mengikuti angin
Takdir membawa kita, ke tempat tujuan
Terkadang pahit, terkadang manis
Namun semua itu, telah tertulis jelas
Kita hanya bisa berusaha, sekuat tenaga
Berdoa dan berikhtiar, tanpa lelah
Sisanya, kita serahkan padaNya
Yang Maha Mengetahui, segala rencana
Takdir bagai misteri, yang tak terpecahkan
Namun kita bisa belajar, untuk menerimanya
Dengan hati lapang, dan pikiran jernih
Menikmati setiap proses, yang terjadi
Dalam setiap langkah, ada hikmah tersembunyi
Yang mungkin baru kita pahami, nanti
Maka janganlah putus asa, hadapi hidup ini
Dengan senyuman, dan hati yang riang
Takdir adalah perjalanan, yang tak pernah berhenti
Mengajarkan kita, arti kehidupan
Tentang cinta, kasih, dan perjuangan
Untuk menjadi manusia, yang lebih baik
Puing, 24 Oktober 2024
November Pahlawanku
Puisi : Angela L. Seliawan
Kelas : XII IPA A
Di bulan November, sejarah mencatat
Perjuangan gigih, tak pernah menyerah
Para pahlawan, dengan gagah berani
Membela tanah air, demi negeri
Darah tumpah, air mata mengalir
Demi kemerdekaan, yang kita nikmati
Korban jiwa raga, tak ternilai
Mereka gugur, sebagai pahlawan sejati
Jiwa nasionalisme, membara dalam dada
Semangat juang, tak pernah padam
Mereka contoh, bagi generasi muda
Untuk selalu ingat, jasa para pahlawan
Di setiap jengkal tanah air ini
Terdapat perjuangan, yang tak terlupakan
Mereka meninggalkan, warisan luhur
Untuk kita jaga, dan lestarikan
Mari kita renungkan, jasa mereka
Dengan cara bekerja keras, dan berbakti
Pada bangsa dan negara, dengan tulus ikhlas
Agar nama mereka, selalu kita kenang
Janganlah kita lupakan, sejarah perjuangan
Agar semangat nasionalisme, tetap berkobar
Mari kita jadikan, mereka sebagai inspirasi
Untuk membangun negeri, yang lebih baik
Dengan semangat persatuan, kita bersatu
Membangun negeri, yang maju dan sejahtera
Untuk generasi mendatang, kita wariskan
Negara yang aman, damai, dan tentera
Di bulan November ini, mari kita ucapkan
Terima kasih, kepada para pahlawan
Engkaulah pahlawan, sejati bangsa
Yang akan selalu hidup, dalam sanubari
Puing, 24 Oktober 2024
Pancasila di Dadaku
Puisi : Angela L. Seliawan
Kelas : XII IPA A
Lima sila, cahaya di hati
Panduan hidup, bagi negeri
Ketuhanan, dasar iman sejati
Kemanusiaan, adil dan beradab berarti
Persatuan Indonesia, satu bangsa
Kerakyatan, dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
Keadilan sosial, bagi seluruh rakyat
Pancasila, hargai dan lestarikan
Di dadaku berkibar, merah putih
Lambang negara, yang kucintai
Pancasila, dasar negara kita
Panduan hidup, untuk selamanya
Dengan Pancasila, kita bersatu
Membangun negeri, yang maju dan satu
Hindari perpecahan, jangan ragu
Bersama-sama, kita pasti mampu
Pancasila, warisan para pahlawan
Jiwa bangsa, yang takkan pernah padam
Mari kita jaga, nilai-nilai luhur
Agar negeri ini, tetap aman dan tenteram
Dalam setiap langkah, kita bawa Pancasila
Sebagai pedoman, dalam setiap jiwa
Dengan Pancasila, Indonesia jaya
Bersatu padu, selamanya
Puing, 24 Oktober 2024
Meraih Cita cita
Puisi : Florida F. Familia
Kelas : XI Bahasa B
Sejak kecil, ku lukiskan mimpi
Di atas kertas, penuh warna-warni
Cita-cita tinggi, membuncah di hati
Menjadi semangat, untuk terus berlari
Jalan menuju puncak, tak selalu mulus
Rintangan menghadang, terjal dan curam
Namun takkan kubiarkan, semangatku redup
Dengan tekad bulat, ku hadapi semua
Peluh membasahi tubuh, lelah menghampiri
Namun takkan ku menyerah, meski hati gundah
Ku ingat janji, pada diri sendiri
Untuk meraih cita, setinggi langit
Buku-buku kunyanyikan, pena menjadi teman
Malamku ku isi, dengan belajar
Ilmu ku asah, agar tak ketinggalan
Menjadi bekal, untuk masa depan
Dukungan keluarga, menjadi semangatku
Sahabat sejati, selalu ada di sisiku
Mereka percaya, pada diriku
Memberikan semangat, untuk terus maju
Dengan keyakinan, ku langkahkan kaki
Menuju masa depan, yang cerah dan gemilang
Takkan ku sia-siakan, setiap kesempatan
Untuk meraih cita, yang ku impikan
Kegagalan adalah guru, yang terbaik
Mengajarkanku, untuk bangkit kembali
Dengan pengalaman, ku jadikan lebih kuat
Untuk meraih sukses, di masa depan
Jadikanlah mimpi, sebagai kenyataan
Dengan kerja keras, dan semangat yang tak pernah padam
Jangan pernah menyerah, hadapi semua tantangan
Karena kesuksesan, menanti di depan
Puing, 24 Oktober 2024
Sumpah Sejarah
Puisi : Angelina Yuta Syukur
Kelas : XI A
Di bumi pertiwi, kala itu berkumpul
Pemuda-pemudi, jiwa merdeka membara
Dengan tekad bulat, hati tak ragu
Menyatukan bangsa, Indonesia tercinta
Sumpah pemuda, ikrar suci kita
Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa
Indonesia Raya, namamu kita banggakan
Dalam jiwa raga, semangat juang berkobar
Darah tumpah, air mata mengalir
Demi negeri, kita rela berkorban
Perjuangan panjang, tak pernah surut
Untuk meraih kemerdekaan, yang kita nanti
Persatuan Indonesia, harga mati
Bhineka Tunggal Ika, semboyan kita
Dalam keberagaman, kita bersatu
Membangun bangsa, yang maju dan satu
Sumpah pemuda, menjadi tonggak sejarah
Menginspirasi, generasi penerus bangsa
Untuk terus berjuang, menjaga persatuan
Mewujudkan cita-cita, Indonesia Raya
Jiwa nasionalisme, membara dalam dada
Semangat juang, takkan pernah padam
Kita generasi muda, penerus bangsa
Wajib melanjutkan, perjuangan para pahlawan
Dengan ilmu pengetahuan, kita berkarya
Untuk kemajuan bangsa, dan kesejahteraan rakyat
Mari kita satukan, tekad dan cita-cita
Membangun Indonesia, yang lebih baik
Sumpah pemuda, abadi dalam jiwa
Menjadi semangat, untuk terus berkarya
Untuk negeri tercinta, kita berbakti
Indonesia maju, jaya, dan sejahtera
Puing, 24 Oktober 2024

Rolax Fellan
November 25, 2021 at 09:00 amIt is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using.
ReplyDaile Cane
November 25, 2021 at 09:00 amIt is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using.
Reply