Karya: Melania Arta Jeril
Pegiat Literasi SMA Negeri 1 Pacar
Ketika mentari perlahan kembali ke peraduannya
Jingga melukis langit penuh pesona
Di sana, di antara bias cahaya yang kian temaram
Wajahmu hadir, tersenyum tenang dalam benam
Angin sore berbisik membawa rindu yang tertahan
Menyentuh lembut jiwa yang kian sepi dalam keheningan
Langkah kaki terhenti di batas senja yang kelabu
Mengingat kembali hangat dekap dan janji setiamu
Bayangmu menari di atas ufuk yang perlahan kelam
Menemani hatiku yang merajut sepi di ujung malam
Bagai lukisan abadi yang terpatri di dalam dada
Engkau adalah rasa yang tak pernah lekang oleh masa
Meskipun malam segera merengkuh dunia dengan sunyi
Dan jarak memisahkan ragamu dari sisiku kini
Cahaya senja telah menitipkan salam rindu yang dalam
Bahwa hatiku tetap milikmu di setiap hembusan alam
Kuharap esok fajar kan lekas membawa terang
Membawa serta dirimu kembali datang menjelang
Sebab di setiap senja yang meredup perlahan
Namamu selalu kusebut dalam dekap kerinduan
Puing, 9 September 2026
Deo Hironimus/red
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan